1. Masa Depan Dibangun dari Pilihan Hari Ini
Masa depan tidak terbentuk dalam satu hari.
Setiap hari kita membuat berbagai keputusan:
- Dengan siapa kita berteman.
- Apa yang kita lakukan pada waktu luang.
- Informasi apa yang kita konsumsi.
- Bagaimana kita menyelesaikan masalah.
- Bagaimana kita menghadapi tekanan.
- Apa yang kita lakukan ketika mendapat ajakan yang berisiko.
Keputusan yang terlihat kecil dapat membentuk kebiasaan.
Kebiasaan yang dilakukan terus-menerus kemudian dapat memengaruhi kehidupan kita.
Karena itu, menjaga diri dari narkoba bukan hanya tentang mengatakan "tidak", tetapi juga tentang membangun kehidupan yang memiliki tujuan.
2. Generasi Muda Tangguh
Generasi muda yang tangguh bukan berarti tidak pernah menghadapi masalah.
Justru seseorang dikatakan tangguh ketika mampu menghadapi masalah tanpa memilih jalan yang merusak dirinya.
Generasi muda yang tangguh memiliki kemampuan untuk:
- mengenali risiko,
- berpikir sebelum bertindak,
- mengendalikan diri,
- meminta bantuan ketika diperlukan,
- menerima kritik,
- belajar dari kesalahan,
- memilih lingkungan yang sehat,
- dan tetap berpegang pada tujuan hidup.
Tangguh bukan berarti tidak memiliki masalah. Tangguh berarti mampu menghadapi masalah dengan cara yang sehat.
3. Memiliki Tujuan Hidup
Salah satu cara untuk memperkuat diri dari berbagai pengaruh negatif adalah memiliki tujuan.
Tujuan tidak harus selalu besar.
Contohnya:
- menyelesaikan sekolah,
- menyelesaikan kuliah,
- mendapatkan pekerjaan,
- membantu keluarga,
- memiliki usaha,
- menjadi atlet,
- menjadi profesional,
- mengembangkan keterampilan,
- atau mencapai cita-cita tertentu.
Cobalah bertanya kepada diri sendiri:
"Saya ingin menjadi apa dalam lima tahun ke depan?"
Kemudian tanyakan:
"Apakah pilihan saya hari ini membantu saya mencapai tujuan tersebut?"
Pertanyaan sederhana ini dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih baik.
4. Kenali Kekuatan Diri
Setiap orang memiliki kelebihan.
Ada yang pandai:
- berkomunikasi,
- olahraga,
- teknologi,
- seni,
- akademik,
- berorganisasi,
- memimpin,
- atau bekerja sama.
Kembangkan kemampuan tersebut.
Semakin banyak kemampuan positif yang kita miliki, semakin banyak pula kesempatan yang dapat kita bangun untuk masa depan.
Daripada menghabiskan waktu untuk sesuatu yang merugikan, gunakan waktu untuk mengembangkan potensi diri.
5. Belajar Mengelola Masalah
Masalah merupakan bagian dari kehidupan.
Ketika menghadapi masalah, jangan langsung mengambil keputusan berdasarkan emosi.
Gunakan langkah berikut:
Kenali masalah
Apa sebenarnya yang sedang terjadi?
Pikirkan pilihan
Apa saja solusi yang mungkin dilakukan?
Pertimbangkan akibat
Apa yang akan terjadi jika saya memilih solusi tersebut?
Ambil keputusan
Pilih tindakan yang paling aman dan bertanggung jawab.
Evaluasi
Apakah keputusan tersebut membantu menyelesaikan masalah?
Dengan cara ini, kita belajar bahwa masalah dapat dihadapi tanpa menggunakan narkoba sebagai jalan keluar.
6. Jangan Takut Meminta Bantuan
Meminta bantuan bukan tanda kelemahan.
Justru meminta bantuan ketika kita tidak mampu menghadapi suatu masalah merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Orang yang dapat menjadi tempat mencari bantuan antara lain:
- orang tua,
- keluarga,
- guru,
- dosen,
- konselor,
- tenaga kesehatan,
- atau pihak profesional yang sesuai.
Jika masalah berkaitan dengan narkoba, carilah bantuan melalui lembaga atau layanan yang memiliki kompetensi dalam penanganannya.
7. Jadikan Hidup Lebih Bermakna
Waktu yang kita miliki terbatas.
Gunakan waktu untuk kegiatan yang memberikan manfaat.
Contohnya:
- belajar,
- berolahraga,
- membaca,
- berkarya,
- bekerja,
- mengembangkan keterampilan,
- berorganisasi,
- membantu keluarga,
- melakukan kegiatan sosial,
- dan membangun hubungan yang sehat.
Kegiatan positif bukan hanya membuat waktu menjadi produktif.
Kegiatan tersebut juga membantu kita membangun identitas dan kepercayaan diri yang sehat.
8. Menjadi Pengaruh Positif bagi Orang Lain
Pencegahan narkoba tidak harus dilakukan oleh lembaga pemerintah saja.
Generasi muda juga dapat berperan.
Misalnya:
- menyebarkan informasi yang benar,
- mengajak teman mengikuti kegiatan positif,
- membuat kampanye edukasi,
- menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari,
- mendukung teman yang sedang mengalami masalah,
- dan tidak ikut menyebarkan konten yang mempromosikan narkoba.
Satu tindakan positif dapat memberikan pengaruh kepada orang lain.
9. Jangan Menunggu Orang Lain Berubah
Terkadang kita berpikir:
"Kalau semua orang berhenti menggunakan narkoba, saya juga akan berhenti."
Pencegahan tidak boleh bergantung pada keputusan orang lain.
Kita dapat memulainya dari diri sendiri.
Saya memilih hidup sehat.
Saya memilih lingkungan yang positif.
Saya memilih menggunakan waktu untuk hal yang bermanfaat.
Saya memilih menjaga masa depan saya.
Perubahan lingkungan dapat dimulai dari perubahan perilaku individu.
10. Komitmen Pribadi
Sekarang saatnya membuat komitmen.
Tuliskan kalimat berikut dan lengkapi sesuai dengan pemikiranmu:
"Saya berkomitmen untuk..."
Contoh:
"Saya berkomitmen untuk menjauhi narkoba, menjaga kesehatan, memilih pergaulan yang positif, dan menggunakan waktu untuk mengembangkan kemampuan diri."
Peserta dapat membuat komitmen dengan kata-kata mereka sendiri.
11. Jadilah Bagian dari Solusi
Ketika kita mengetahui bahaya narkoba, kita memiliki dua pilihan.
Pertama, hanya mengetahui dan kemudian melupakannya.
Kedua, menggunakan pengetahuan tersebut untuk melakukan sesuatu.
Menjadi bagian dari solusi dapat dimulai dari hal sederhana:
- tidak menggunakan narkoba,
- tidak mencoba,
- tidak menyimpan atau membantu peredaran narkotika,
- tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan,
- memilih pergaulan yang sehat,
- mengajak orang lain melakukan kegiatan positif,
- dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah.
12. Pesan untuk Generasi Muda
Jangan biarkan narkoba menentukan masa depanmu.
Kamu memiliki banyak hal yang dapat diperjuangkan:
- pendidikan,
- keluarga,
- persahabatan,
- karier,
- cita-cita,
- kesehatan,
- dan kehidupan yang ingin kamu bangun.
Mungkin kita tidak dapat mengendalikan semua hal yang terjadi di sekitar kita.
Tetapi kita dapat belajar mengendalikan pilihan dan tindakan kita sendiri.
Referensi
- Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN) — informasi dan edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba. BNN RI
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — informasi kesehatan dan edukasi NAPZA. Ayo Sehat – Kementerian Kesehatan RI
- Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia — literasi digital dan pemanfaatan ruang digital secara bertanggung jawab. Komdigi RI
- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika — dasar hukum nasional terkait narkotika. Database Peraturan BPK RI