Hotline Konsultasi Bebas Narkoba (BNN): 184 | Stunting Dinkes Kota Gorontalo: 0813-4023-9563
Coba Kuis Sekarang
Narkoba

MENGENAL TANDA-TANDA PENYALAHGUNAAN NARKOBA SEJAK DINI

Penyalahgunaan narkoba dapat memberikan dampak pada kesehatan, perilaku, hubungan sosial, pendidikan, dan kehidupan seseorang. Karena itu, kemampuan mengenali perubahan yang tidak biasa dapat membantu keluarga, teman, guru, dan lingkungan memberikan perhatian lebih awal. Namun, mengenali tanda-tanda bukan berarti mendiagnosis seseorang sebagai pengguna narkoba. Perubahan perilaku atau kondisi fisik tertentu dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk masalah kesehatan, tekanan psikologis, masalah keluarga, atau kesulitan dalam pendidikan.

AD
Administrator
Penulis / Kontributor Resmi
Diperbarui: 23 August 2026
MENGENAL TANDA-TANDA PENYALAHGUNAAN NARKOBA SEJAK DINI
MENGENAL TANDA-TANDA PENYALAHGUNAAN NARKOBA SEJAK DINI

1. Mengapa Deteksi Dini Penting?

Semakin cepat suatu masalah dikenali, semakin cepat pula seseorang dapat memperoleh dukungan dan pertolongan yang sesuai.

Dalam konteks penyalahgunaan narkoba, perhatian dini dapat membantu:

  • mencegah masalah berkembang menjadi lebih berat,
  • membuka komunikasi dengan orang yang mengalami masalah,
  • mengurangi risiko terhadap kesehatan,
  • membantu mempertahankan pendidikan atau pekerjaan,
  • memperkuat dukungan keluarga,
  • dan mengarahkan seseorang kepada layanan yang tepat.

Deteksi dini bukan berarti mencari kesalahan seseorang.

Tujuannya adalah memberikan perhatian sebelum masalah menjadi semakin besar.


2. Perubahan Fisik yang Perlu Diperhatikan

Beberapa perubahan fisik dapat muncul pada seseorang yang mengalami masalah terkait penggunaan narkoba.

Contohnya:

  • perubahan pola tidur,
  • perubahan kondisi fisik yang tidak biasa,
  • penampilan dan kebersihan diri yang semakin terabaikan,
  • bicara menjadi tidak jelas,
  • koordinasi tubuh terganggu,
  • tampak sangat mengantuk atau tidak bersemangat,
  • mata terlihat merah atau kondisi mata berubah,
  • atau ditemukan benda yang berkaitan dengan penggunaan zat.

BNN mencantumkan beberapa perubahan fisik dan keberadaan peralatan tertentu sebagai tanda yang perlu diperhatikan dalam konteks dugaan penyalahgunaan narkoba.

Penting

Satu tanda saja tidak cukup untuk menyimpulkan seseorang menggunakan narkoba.

Misalnya, mata merah dapat disebabkan oleh kurang tidur, alergi, atau kondisi kesehatan tertentu.

Karena itu, perhatikan pola perubahan secara keseluruhan.


3. Perubahan Perilaku

Perubahan perilaku yang berlangsung secara signifikan juga perlu diperhatikan.

Contohnya:

  • menjadi lebih tertutup dari biasanya,
  • sering menghindari percakapan,
  • sulit berkonsentrasi,
  • sering berbohong,
  • kehilangan kedisiplinan,
  • lebih mudah tersinggung,
  • mengabaikan tanggung jawab,
  • sering mengurung diri,
  • atau menunjukkan perubahan kebiasaan yang sulit dijelaskan.

BNN menjelaskan bahwa perubahan perilaku yang cukup mencolok, termasuk menarik diri dari keluarga, kesulitan berkonsentrasi, dan perubahan kedisiplinan, dapat menjadi indikator yang perlu diperhatikan.


4. Perubahan Emosi

Perubahan emosi merupakan hal yang cukup umum pada masa remaja.

Karena itu, jangan langsung menganggap perubahan suasana hati sebagai tanda penyalahgunaan narkoba.

Namun, perubahan yang sangat ekstrem, berlangsung terus-menerus, atau disertai perubahan lain perlu mendapatkan perhatian.

Misalnya:

  • mudah marah,
  • sangat mudah tersinggung,
  • perubahan suasana hati yang ekstrem,
  • terlihat sangat cemas,
  • tampak ketakutan atau curiga secara berlebihan,
  • kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai,
  • atau menjadi sangat berbeda dari kebiasaan sebelumnya.

BNN mencatat perubahan suasana hati yang ekstrem, iritabilitas, kecemasan, dan kehilangan minat sebagai beberapa tanda yang perlu diperhatikan dalam konteks penyalahgunaan narkoba.


5. Perubahan dalam Pendidikan

Bagi pelajar dan mahasiswa, perubahan dalam kegiatan pendidikan dapat menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan.

Misalnya:

  • nilai akademik menurun,
  • sering terlambat,
  • sering tidak masuk,
  • kehilangan motivasi belajar,
  • sulit berkonsentrasi,
  • tidak menyelesaikan tugas,
  • sering mendapatkan masalah kedisiplinan,
  • atau tiba-tiba meninggalkan kegiatan yang sebelumnya disukai.

BNN memasukkan penurunan prestasi, meningkatnya ketidakhadiran, masalah disiplin, dan menurunnya motivasi sekolah sebagai beberapa tanda peringatan yang perlu diperhatikan.

Tetapi perlu diingat:

Prestasi yang menurun tidak otomatis berarti seseorang menggunakan narkoba.

Banyak penyebab lain yang dapat memengaruhi prestasi, seperti:

  • kesulitan belajar,
  • masalah keluarga,
  • tekanan akademik,
  • masalah pertemanan,
  • gangguan tidur,
  • atau masalah kesehatan mental.

6. Perubahan dalam Hubungan Sosial

Perhatikan apabila seseorang mengalami perubahan besar dalam hubungan sosial.

Misalnya:

  • tiba-tiba menjauh dari keluarga,
  • meninggalkan teman-teman lama,
  • memiliki kelompok pertemanan baru yang tidak dikenal keluarga,
  • tidak mau menceritakan aktivitasnya,
  • sering menerima telepon atau kunjungan dari orang yang tidak dikenal,
  • atau semakin sering menghabiskan waktu di luar tanpa penjelasan yang jelas.

BNN menyebut perubahan hubungan sosial dan munculnya lingkungan pertemanan baru sebagai beberapa indikator yang dapat diperhatikan.

Sekali lagi, memiliki teman baru bukan berarti seseorang menggunakan narkoba.

Yang perlu diperhatikan adalah perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dan disertai beberapa perubahan lainnya.


7. Perubahan dalam Penggunaan Uang

Perubahan pola keuangan juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

Contohnya:

  • sering meminta uang tanpa alasan yang jelas,
  • uang cepat habis,
  • sering meminjam uang,
  • menjual barang milik sendiri,
  • atau pengeluaran menjadi tidak wajar.

BNN mencantumkan kekurangan uang, sering meminjam uang, dan kehilangan atau menjual barang pribadi sebagai beberapa tanda yang dapat muncul dalam penyalahgunaan narkoba.

Namun, kondisi keuangan juga dapat berubah karena banyak alasan lain.

Karena itu, jangan langsung mengambil kesimpulan.


8. Perubahan terhadap Hobi dan Aktivitas

Coba perhatikan aktivitas yang sebelumnya sangat disukai seseorang.

Misalnya seseorang sebelumnya:

  • rajin berolahraga,
  • aktif dalam organisasi,
  • suka bermain musik,
  • rajin belajar,
  • atau aktif mengikuti kegiatan sosial.

Kemudian secara tiba-tiba ia kehilangan minat dan berhenti melakukan hampir semua aktivitas tersebut.

Perubahan ini dapat menjadi sinyal bahwa seseorang sedang menghadapi masalah.

Masalah tersebut belum tentu narkoba.

Tetapi perubahan yang signifikan merupakan alasan yang cukup untuk menunjukkan perhatian.


9. Jangan Menggunakan Stereotip

Salah satu kesalahan dalam mengenali penyalahgunaan narkoba adalah menggunakan stereotip.

Misalnya:

"Orang yang menggunakan narkoba pasti terlihat seperti orang jahat."

atau:

"Kalau nilainya bagus, pasti tidak mungkin menggunakan narkoba."

Pemikiran seperti ini tidak tepat.

Penyalahgunaan narkoba tidak selalu dapat dikenali hanya dari penampilan seseorang.

Karena itu, jangan menilai seseorang hanya berdasarkan:

  • pakaian,
  • gaya rambut,
  • kondisi ekonomi,
  • prestasi akademik,
  • kelompok pertemanan,
  • atau penampilan fisik.

Yang harus diperhatikan adalah perubahan dan pola perilaku secara menyeluruh.


10. Gunakan Pendekatan "Amati, Jangan Menuduh"

Jika kita mencurigai seseorang mengalami masalah, gunakan pendekatan:

Amati

Perhatikan perubahan yang terjadi.

Dengarkan

Berikan kesempatan untuk berbicara.

Tanyakan

Gunakan pertanyaan terbuka.

Contoh:

"Akhir-akhir ini kamu terlihat berbeda. Ada sesuatu yang sedang kamu hadapi?"

Dukung

Tunjukkan bahwa kita peduli.

"Kalau kamu punya masalah, kamu tidak harus menghadapinya sendirian."

Arahkan

Jika masalah membutuhkan bantuan, arahkan kepada orang atau layanan yang kompeten.


11. Hindari Menuduh

Bandingkan dua pendekatan berikut.

Pendekatan yang kurang tepat

"Kamu pasti pakai narkoba!"

Kalimat tersebut dapat membuat seseorang:

  • marah,
  • takut,
  • menutup diri,
  • atau menghentikan komunikasi.

Pendekatan yang lebih baik

"Saya melihat akhir-akhir ini kamu banyak berubah dan saya khawatir. Kalau ada masalah, saya siap mendengarkan."

Pendekatan kedua membuka kesempatan untuk komunikasi.


12. Kapan Harus Mencari Bantuan?

Jika perubahan yang terjadi semakin berat atau terdapat dugaan kuat adanya penyalahgunaan narkoba, jangan menghadapi masalah tersebut sendirian.

Cari bantuan dari:

  • orang tua atau keluarga,
  • guru atau pihak sekolah,
  • dosen atau pihak kampus,
  • konselor,
  • dokter,
  • psikolog atau tenaga kesehatan yang sesuai,
  • Puskesmas,
  • atau layanan rehabilitasi yang tersedia.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa orang tua yang menghadapi gangguan penggunaan NAPZA pada anak dapat mendatangi Puskesmas untuk mendapatkan informasi dan penanganan lebih lanjut. Kemenkes juga menyebut adanya fasilitas Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk layanan rehabilitasi medis.


13. Bagaimana Jika Terjadi Keadaan Darurat?

Jika seseorang menunjukkan kondisi kesehatan yang mengancam jiwa setelah diduga menggunakan zat tertentu, jangan mencoba menangani sendiri.

Prioritaskan keselamatan:

  • jangan meninggalkan orang tersebut sendirian,
  • segera cari pertolongan medis,
  • sampaikan informasi yang diketahui kepada tenaga kesehatan,
  • dan jangan memberikan obat atau zat lain secara sembarangan.

Dalam keadaan darurat kesehatan, pertolongan medis harus menjadi prioritas.


14. Studi Kasus

Kasus

Raka adalah siswa yang sebelumnya aktif mengikuti olahraga dan selalu mengerjakan tugas tepat waktu.

Dalam beberapa bulan terakhir:

  • prestasinya menurun,
  • beberapa kali tidak masuk sekolah,
  • sering mengurung diri,
  • tidak lagi mengikuti latihan olahraga,
  • mudah marah ketika ditanya,
  • dan sering meminta uang tambahan.

Temannya kemudian berkata:

"Raka pasti menggunakan narkoba."

Apakah kesimpulan tersebut sudah tepat?

Belum.

Perubahan tersebut memang perlu diperhatikan, tetapi tidak cukup untuk memastikan bahwa Raka menggunakan narkoba.

Ada kemungkinan Raka sedang mengalami masalah lain.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

  • Jangan menyebarkan tuduhan.
  • Ajak Raka berbicara secara pribadi.
  • Tanyakan apakah ada masalah yang sedang dihadapi.
  • Dengarkan tanpa langsung menghakimi.
  • Jika diperlukan, libatkan guru, orang tua, konselor, atau tenaga profesional.

 

Catatan penting untuk materi e-learning

Untuk menjaga akurasi pendidikan, sebaiknya pada bagian ini ditampilkan pernyataan yang jelas:

"Tanda-tanda di atas bukan alat untuk mendiagnosis seseorang sebagai pengguna narkoba. Perubahan tersebut dapat memiliki banyak penyebab. Jika terdapat kekhawatiran, lakukan komunikasi yang baik dan arahkan kepada tenaga kesehatan atau layanan profesional."

 

Referensi

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Pedoman Tata Laksana Gangguan Penggunaan NAPZA pada Anak dan Remaja (2024). Pedoman ini diterbitkan oleh Kemenkes RI dan secara khusus membahas gangguan penggunaan NAPZA pada anak dan remaja.
  • Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia — Mengenal Penyalahgunaan Narkoba untuk Remaja/Anak Muda. Materi BNN membahas perubahan emosi dan perilaku yang dapat menjadi tanda peringatan.
  • Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia — Pedoman Pelayanan Terapi dan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba. Sumber ini membahas berbagai tanda peringatan, termasuk perubahan perilaku, penampilan, prestasi sekolah, hubungan sosial, dan kondisi emosional.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Mencegah Remaja Tergoda NAPZA. Materi Kemenkes membahas risiko pada remaja dan pentingnya peran keluarga serta akses terhadap layanan kesehatan dan rehabilitasi.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — NAPZA, Kenapa Berbahaya dan Dilarang? Materi edukasi yang mencakup pengertian, jenis, dampak, dan sanksi terkait NAPZA.